Minsel, proexposnews.com – Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut digelar di Desa Bojonegoro pada Jumat (30/1/2026).
Camat Maesaan, Jelly Nelwan, dalam laporannya menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru yang baru saja dilewati berlangsung aman dan kondusif. Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilaksanakan Musrenbang di 12 desa yang ada di wilayah Kecamatan Maesaan.
Terkait penanganan stunting, Nelwan mengungkapkan bahwa saat ini jumlah kasus stunting di Kecamatan Maesaan tersisa lima kasus.
“Jadi, penurunan angka stunting tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara petugas Puskesmas dan pemerintah desa dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting,” ungkap Nelwan.
Sementara itu, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.IP., menegaskan bahwa setiap usulan yang dibahas dalam Musrenbang akan dikaji secara cermat dengan memperhatikan skala prioritas pembangunan daerah.
Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh pihak untuk tetap optimistis dan banyak berdoa agar program-program yang direncanakan dapat terealisasi, meskipun saat ini pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
Musrenbang Kecamatan Maesaan menjadi forum strategis dalam merumuskan program pembangunan sebelum ditetapkan menjadi kebijakan daerah. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, dengan tujuan memastikan arah pembangunan daerah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada tahun anggaran berikutnya.
Dijelaskan pula bahwa Tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan fokus pada peningkatan sistem perlindungan sosial, pengelolaan lingkungan hidup, peningkatan ketenteraman dan perlindungan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, perlindungan anak dan kesetaraan gender, serta pengembangan sarana dan prasarana pariwisata.
“Meski dihadapkan pada berbagai tantangan global yang berdampak pada efisiensi anggaran, pemerintah berharap Kecamatan Maesaan dapat memaksimalkan perencanaan pembangunan sehingga menghasilkan usulan program yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Wabup.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Minahasa Selatan Novita Violeta Maramis, S.Ak., Camat Maesaan Jelly Nelwan, Kepala Puskesmas Maesaan Feronika Pakasi, Kapolsek Tompasobaru Iptu Tedy Talumepa, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Samuel Tandaju, para Hukum Tua se-Kecamatan Maesaan, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan lainnya. (Pro)






