Minsel, proexposnews.com – Atmosfer persaingan di turnamen sepak bola “Damai Cup Tumani Raya” semakin memanas. Ajang yang diprakarsai anak-anak muda dan didukung para tokoh masyarakat Tumani Raya ini memasuki babak 16 besar dengan tensi pertandingan yang makin seru serta penuh kejutan. Para tim peserta bahkan rela merogoh kocek dalam untuk transfer pemain-pemain top Sulawesi Utara demi memperebutkan gelar juara.
Salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian terjadi pada laga Bangkok FC Sinsingon kontra Papa FC Guaan, Minggu (16/11/2025) pukul 15.00 WITA. Duel ini berhasil menarik ratusan penonton yang memadati area pertandingan, termasuk suporter fanatik dari kedua kubu.
Pertemuan kedua tim makin panas karena sama-sama diperkuat deretan pemain transfer berpengalaman di sepak bola Sulut. Bangkok FC menurunkan dua bintang mereka, Timan Kadula asal Bolsel dan Aimar Mohawa dari Kotamobagu. Sementara Papa FC mengandalkan ketajaman striker andalan, Frensi Mawikere, yang selama ini dikenal sebagai salah satu nama besar di kompetisi lokal.
Namun, jalannya pertandingan memperlihatkan dominasi penuh dari Bangkok FC. Sejak menit awal, serangan bertubi-tubi dari Timan dan Aimar membuat lini pertahanan Papa FC kewalahan. Kedua pemain tersebut berkali-kali membombardir gawang lawan melalui kombinasi umpan cepat dan tembakan keras yang sulit diantisipasi.
Frensi Mawikere dan rekan-rekan tampak kesulitan keluar dari tekanan. Meski mencoba membangun serangan balik, tak banyak peluang berarti yang mampu mereka ciptakan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor telak 7-0 menutup laga, menegaskan bahwa Bangkok FC Sinsingon merupakan salah satu kandidat kuat juara Damai Cup tahun ini.
Usai pertandingan, Ketua Panitia Damai Cup Tumani Raya, Ricky Pesik, mengapresiasi performa kedua tim serta antusiasme penonton.
“Terima kasih kepada Bangkok FC dan Papa FC yang telah menyuguhkan permainan luar biasa. Laga ini benar-benar menyita perhatian ratusan penonton. Apresiasi juga untuk suporter kedua tim yang sudah menjunjung tinggi sportivitas sehingga pertandingan berjalan aman dan kondusif,” ujar Pesik.
Ia juga menegaskan bahwa Damai Cup tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah membangun persatuan.
“Harapan kami, Damai Cup bisa membawa dampak positif bagi pemuda di Kecamatan Tompasobaru, Maesaan, dan khususnya Tumani Raya. Turnamen ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan, menjaga perdamaian, dan memperkuat solidaritas. Untuk itu, dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan aparat sangat diperlukan,” tambahnya.
Dengan hasil mencolok ini, Bangkok FC Sinsingon melaju ke babak berikutnya dengan percaya diri tinggi. Sementara Papa FC Guaan harus mengakhiri perjalanan mereka di Damai Cup 2025, namun tetap mendapat apresiasi atas perjuangan mereka. (Pro)

