DaerahMinahasa TenggaraPendidikanSulawesi Utara

Mahasiswa UNIMA Jadi Agen Perubahan Pendidikan di Desa Rasi Satu

912
×

Mahasiswa UNIMA Jadi Agen Perubahan Pendidikan di Desa Rasi Satu

Sebarkan artikel ini
YouTube Thumbnail Berita Terkini Simpel Cokelat 20251107 181012 0000

Mitra, proexposnews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan Program Tematik Literasi yang bertujuan mendorong budaya belajar sepanjang hayat di Desa Rasi Satu, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Kegiatan ini berlangsung selama 40 hari dan menyasar seluruh sekolah serta pusat kegiatan masyarakat di desa tersebut.

Messenger creation 4C128924 08B2 4866 BAAA 6978BEA51E0F 1

Melalui program ini, para mahasiswa KKN hadir untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih akrab dengan pengetahuan dan teknologi. Program ini juga dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Messenger creation 4C128924 08B2 4866 BAAA 6978BEA51E0F 1

Berbagai kegiatan edukatif dilakukan, antara lain pendampingan membaca, menulis, pengenalan teknologi informasi, hingga pelatihan keterampilan presentasi dan kerja kelompok. Selain itu, mahasiswa turut menciptakan ruang belajar inklusif yang memungkinkan peserta belajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Messenger creation 91685C2F 2820 40EA 9905 ABCF4391A01D

Salah satu mahasiswa KKN, Shania Momongan, menyampaikan harapannya agar kegiatan yang mereka lakukan dapat meninggalkan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Desa Rasi Satu.

“Kami berharap apa yang telah kami lakukan dapat menambah minat belajar anak-anak dan remaja di Desa Rasi Satu. Semoga budaya literasi terus tumbuh dan berkembang, bukan hanya saat kegiatan ini berlangsung, tetapi berkelanjutan sebagai kebiasaan sehari-hari,” ujarnya kepada media ini, Jumat (07/11/2025).

Program Tematik Literasi KKN UNIMA ini mendapat dukungan dari pihak sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat setempat, yang melihat kegiatan ini sebagai langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan di desa. (***)