BudayaDaerahHukrimHukumMinahasa TenggaraSulawesi Utara

Perusakan Gereja di Watuliney, Audy Malonda Desak Polisi Bertindak Cepat atau Ormas Adat Turun Tangan

9
×

Perusakan Gereja di Watuliney, Audy Malonda Desak Polisi Bertindak Cepat atau Ormas Adat Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251130 225111

Mitra, proexposnews.com – Peristiwa pelemparan Gedung Gereja GMIM Silo Watuliney, Belang, Minahasa Tenggara, pada Minggu (30/11/2025) dini hari memicu keprihatinan sekaligus kecaman dari berbagai kalangan. Warga GMIM hingga organisasi-organisasi adat di Sulawesi Utara menyuarakan keprihatinan mendalam atas tindakan yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Tonaas Wangko Ormas Adat Waraney, Audy Malonda, menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh dianggap sepele. Ia mendesak aparat kepolisian, khususnya Polda Sulut, untuk segera mengambil langkah tegas.

“Saya meminta Kapolda bertindak cepat dengan menurunkan personel untuk menangkap pelaku perusakan dan pelemparan tempat ibadah. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut dan merembet ke tempat lain,” ujar Malonda.

Ia mengingatkan bahwa umat Kristen saat ini tengah menyongsong perayaan Natal, sehingga situasi keamanan harus tetap terjaga. “Demi kedamaian bersama, pelaku harus segera ditangkap agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Malonda juga mengimbau para tuama-tuama Minahasa dan seluruh elemen masyarakat agar tetap menahan diri dan tidak terprovokasi. Menurutnya, penanganan kasus ini sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Kepada pasukan adat yang sudah mendekat ke kampung, saya mengingatkan untuk tidak mudah terpengaruh informasi di media sosial. Kedamaian adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, Malonda menyatakan bahwa apabila aparat tidak segera menyelesaikan masalah ini, ormas adat akan mempertimbangkan langkah-langkah tersendiri. “Jika kepolisian tidak mengindahkan permintaan ini, pimpinan ormas adat akan turun tangan menyelesaikan permasalahan,” ujarnya. (Pro)