BudayaDaerahHeadlineMinahasa SelatanSulawesi Utara

Aksi Kepedulian Nyata, Pria ini Sulap Mobil Pribadi Jadi Ambulance

889
×

Aksi Kepedulian Nyata, Pria ini Sulap Mobil Pribadi Jadi Ambulance

Sebarkan artikel ini
IMG 20260413 092938

Minsel, proexposnews.com – Di tengah berbagai keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan, sebuah aksi kemanusiaan kembali hadir dari akar rumput. Bukan dari pejabat atau institusi besar, melainkan dari seorang warga biasa yang memilih bertindak nyata.

Adalah Frangky Mamahit, pria asal Desa Tumani Utara, Kecamatan Maesaan, Minahasa Selatan (Minsel) memodifikasi mobil pribadinya menjadi Ambulance gratis untuk masyarakat.

Langkah ini bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan cerminan kepedulian yang lahir dari pengalaman melihat langsung kesulitan warga saat menghadapi kondisi darurat.

Menurut Frangky, keputusannya berawal dari keprihatinan terhadap masih banyaknya masyarakat yang belum terjangkau layanan ambulans, terutama dalam situasi genting yang membutuhkan penanganan cepat.

“Jadi, mobil ini untuk semua masyarakat terlebih khusus di wilayah Tompaso Baru dan Maesaan yang memerlukan pelayanan Ambulance tanpa dipungut biaya sewa, biaya BBM, atau disediakan gratis,” ungkapnya kepada wartawan media ini, Minggu, (12/04/2026).

Ia menegaskan bahwa inisiatif ini murni didorong oleh niat membantu sesama, tanpa kepentingan apapun. Baginya, kemanusiaan tidak perlu menunggu jabatan atau kekuasaan, cukup dengan kepedulian dan keberanian untuk memulai.

Ambulance sederhana ini kini siaga 1×24 jam di kediamannya di Desa Tumani Utara. Tak hanya untuk mengantar pasien yang sakit ke fasilitas kesehatan, kendaraan tersebut juga siap digunakan untuk keperluan duka, seperti mengantar jenazah bagi warga yang membutuhkan.

Bagi masyarakat yang memerlukan layanan, Frangky telah menyediakan nomor telepon/WhatsApp di (0821-9057-3989).

Aksi ini menjadi cerminan bahwa nilai “Si Tou Timou Tumou Tou” bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga semangat hidup yang terus relevan dan nyata dalam kehidupan masyarakat Minahasa hingga hari ini, dan solidaritas sosial masih hidup dan terus tumbuh. (Pro)