DaerahPemerintahanPolitikSulawesi Utara

Era Baru Dibawah Kepemimpinan Sintya Bojoh, PWI Sulut Perkuat Profesionalisme dan Kompetensi Wartawan

478
×

Era Baru Dibawah Kepemimpinan Sintya Bojoh, PWI Sulut Perkuat Profesionalisme dan Kompetensi Wartawan

Sebarkan artikel ini
BlendMePhoto1778718672507

Manado, proexposnews.com – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum Akhmad Munir dalam seremoni yang berlangsung di Ballroom Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Rabu (13/5/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi insan pers di Sulawesi Utara dalam memperkuat profesionalisme, kompetensi, serta komitmen terhadap kode etik jurnalistik di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Ketum PWI Pusat Akhmad Munir menyoroti perubahan besar dalam dunia jurnalistik akibat perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, saat ini siapa pun dapat dengan mudah menjadi pembuat informasi, bahkan mengklaim diri sebagai wartawan. Karena itu, organisasi pers memiliki tanggung jawab besar menjaga kualitas dan marwah profesi jurnalistik.

“Sekarang siapa pun bisa menjadi wartawan, bisa menjadi editor. Tantangannya adalah bagaimana kita menjaga wartawan agar tetap berpegang pada kode etik dan menjaga martabat PWI,” ujar Munir.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan pentingnya kehadiran wartawan yang profesional dan memahami etika jurnalistik dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurut Gubernur, pemerintah membutuhkan kemitraan yang sehat dengan insan pers yang memiliki kompetensi dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Pemerintah ingin bermitra dengan wartawan yang berkualitas, memahami etika jurnalistik, dan mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional,” kata Yulius Selvanus.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program PWI Sulut, termasuk membuka ruang kritik dan masukan dari insan pers terhadap jalannya pemerintahan.

“Saya ingin kita bergandengan tangan. Pemerintah juga perlu dikoreksi dalam menjalankan tugas, tetapi tentu harus dilakukan secara profesional dan berdasarkan fakta,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur turut mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi kode etik pers dalam setiap karya jurnalistik. Ia berharap insan pers dapat menjalankan fungsi pengawasan secara objektif tanpa menyerang ranah pribadi ataupun menyebarkan informasi yang tidak berdasar.

Gubernur kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PWI Sulut yang baru dilantik dan berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin solid dan profesional.

Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama jajaran pengurus baru.

Ia menegaskan, PWI Sulut ke depan akan memprioritaskan peningkatan kapasitas sumber daya manusia wartawan melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

“Salah satu program awal PWI Sulut adalah meningkatkan kualitas SDM wartawan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” ujar Sintya Bojoh.

Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi langkah penting untuk menciptakan wartawan yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan dunia pers di era digital saat ini. (Pro)