DaerahMinahasa SelatanPemerintahanPendidikan

Kepala Sekolah Dikritik, Aktivitas Siswa SMA Maesaan Tak Terkendali, Acara Disco Hingga Larut Malam Ganggu warga Beribadah

65
×

Kepala Sekolah Dikritik, Aktivitas Siswa SMA Maesaan Tak Terkendali, Acara Disco Hingga Larut Malam Ganggu warga Beribadah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260505 000413

Minsel, proexposnews.com – Kegiatan yang digelar di lingkungan SMA Negeri 1 Maesaan pada, Sabtu (02/04/) malam, menuai kecaman keras dari warga sekitar. Alih-alih menjadi ruang pendidikan yang menjunjung etika dan ketertiban, sekolah tersebut justru menjadi pusat keramaian dengan dentuman musik disko hingga larut malam bahkan bertepatan dengan waktu ibadah warga di sekitar.

Warga Desa Tumani Utara mengaku sangat terganggu. Suara musik keras, teriakan, serta aktivitas berjoget para siswa menciptakan suasana yang jauh dari kondusif, terutama bagi warga yang sedang menjalankan ibadah. Ironisnya, kegiatan yang berlangsung tanpa kendali itu baru dihentikan setelah adanya teguran langsung dari Pj. Hukum Tua, Andrew Kawengian.

Sorotan tajam justru mengarah pada kepemimpinan sekolah. Saat Pj. Hukum Tua mendatangi lokasi, kepala sekolah ternyata berada di tempat. Namun, tidak terlihat adanya upaya tegas untuk menghentikan atau menertibkan siswa yang tengah berpesta. Bahkan, ada warga yang sempat melihat beberapa siswa dalam kondisi diduga mabuk, sebuah fakta yang semakin mempertegas lemahnya pengawasan dan kontrol dari pihak sekolah.

Kegiatan tersebut diketahui berlangsung tanpa pemberitahuan maupun izin kepada pemerintah desa. Hal ini menunjukkan adanya pengabaian terhadap tata kelola dan etika sosial yang seharusnya dijunjung tinggi oleh institusi pendidikan.

Masyarakat pun berharap kepala sekolah tidak tinggal diam. Peran pengawasan dan tanggung jawab moral terhadap siswa dinilai harus ditegakkan secara serius. Sekolah bukan sekadar tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Ketika aktivitas siswa justru meresahkan, terlebih mengganggu waktu ibadah, maka sudah sepatutnya pihak sekolah mengambil sikap tegas, bukan membiarkan. (***)